Friday, February 19, 2021

SEPTEMBER DAN BENCI

Sepanjang usiaku, ada satu hal yang paling aku benci. Tidak seperti dalam buku Kukila. Tapi memang sama. Kukila dan aku membenci bulan September. Tentunya dengan alasan yang berbeda dan aku tidak benci pohon mangga depan rumah. 

Baru kusadari akhir-akhir ini, betapa bencinya aku dengan bulan September. Banyak pertanyaan kenapa dan banyak pernyataan seharusnya. Semua berangkat dari awal yang tidak jelas dan juga kesalahpahaman. Andai waktu itu tidak kulanjutkan. Andai saat itu kuhiraukan. Andai saat itu kuambil keputusan untuk keluar. Kalimat-kalimat andai yang begitu memuakkan. 

Sialnya, kaki ini sudah melangkah. Kaki yang berjalan meninggalkan jejak di belakang. Terlihat tapaknya. Hilang jejak terhapus angin dan rintikan air hujan akan tetap terasa kenangannya. Melihat ke belakang, hanya akan meninggalkan luka. Perjalanan ini melelahkan. Untungnya tidak terlalu jauh. Tapi aku tidak menyadari, kaki ini berjalan disepanjang serpihan kaca dan duri. Kenangan itu bercampur dengan darah segar. Semuanya menjadi merah. Saat itu pula badan ini terasa perih. Begitu banyak rintangan, tapi semua kuhiraukan. Ya... Ini semua tentang aku. 

akhirnya, kuhentikan langkahku. Kubalikan pandanganku... lukaku masih tertinggal. Kulihat lagi tujuanku, semakin jauh yang awalnya kurasa aku sudah hampir sampai. Namun ternyata aku masih jauh dari gapaianku dan apakah aku yang bodoh ini harus terus berjalan? Menyakiti diriku sendiri. 

Semua ini berawal di bulan September. 
Bulan September tak seharusnya ada. Bulan September tak seharusnya kulalui. Tapi semua ini nyata dan terasa melelahkan. 

Harapan itu masih ada namun mulai samar. Kurasa itu semua akan menghilang. Karena aku mulai benci bulan September.

Ya, aku benci bulan September. 
Aku akan mencoba membencinya.


Karanggantungan, 23 Januari 2021

No comments:

Post a Comment

Catatan Hari Ketiga? Sepertinya Catatan Ketiga

 Selamat siang, Asmi.  Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah membaik? atau masih sama seperti kemarin? Hai, senang ada yang bertanya. Sejujurnya...