Friday, February 19, 2021

RIMBA

Tulisan - tulisan yang kubuat semakin membuatku takut. Aku tak mengenali lagi siapa diriku. Terlalu menyeramkan untuk dibilang bahagia. Untaian katanya menjelma menjadi ribuan pohon yang menyatu dan menghalangi cahaya yang mencoba menerobos masuk. 

Terlalu dingin dan mencekam. Semakin masuk ke balik rimbunnya pepohonan, semakin tak ada celah untuk keluar. Menjadi tanpa arah. Semuanya menjadi samar - samar. Sama sekali tak ada yang menuntun untuk enyah dari tempat itu. 

Semakin kubaca, semakin jauh dari hiruk pikuk. Kucoba untuk diam sejenak. Berharap ada suara yang bisa kujadikan tujuan untuk pergi. Semua sepi. Hening. Hanya suara daun - daun yang bergesekan. 
Kesunyian ini hanya ramai dengan langkah kakiku yang menginjak daun - daun kering. 

Tak ada bunga - bunga indah, kupu - kupu, burung - burung, bahkan jangkring sekalipun. 

Tulisannya kelam. Menghapus semua arah dan kemungkinan kemungkinan yang bisa menerima cahaya membuka semua rimba itu. Tak ada yang berani masuk. Selamanya akan tetap gelap, dingin, dan menakutkan.


Karanggantungan, 24 Januari 2021

No comments:

Post a Comment

Catatan Hari Ketiga? Sepertinya Catatan Ketiga

 Selamat siang, Asmi.  Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah membaik? atau masih sama seperti kemarin? Hai, senang ada yang bertanya. Sejujurnya...