Bangkit setelah terjatuh itu tidak mudah. Saat beranjak, hanya dua hal yang bisa dirasakan. Menahan sakit dan menahan malu. Memilih tertawa atau menangis.
Layaknya orang bodoh, dua puluh empat tahun ini aku memilih untuk tertawa saat terjatuh. Walaupun luka sudah menganga, tapi menyatakan "aku baik - baik saja, Jangan khawatir!" dalam bentuk tawa adalah pilihan yang tepat. Semakin sering tertawa, semakin tertutupi air mata. Melihat mereka yang awalnya khawatir saat aku terjatuh berubah menjadi tertawa, membuat hatiku tenang. Mereka sudah runyam dengan segala masalah yang mereka hadapi. Tak perlu aku menambah beban mereka.
Awalnya aku pikir seperti itu.
Bahwa semua akan baik-baik saja.
Dan ternyata semua menjadi tidak baik-baik saja. Kepedihan menjadi sebuah candaan kurasa bukan hal yang tepat. Kekurangan menjadi alasan untuk bahan tertawaan.
Ya...
Kekuranganku menjadi bahan olokan.
Aku ikut tertawa. Walau itu bukanlah sesuatu yang lucu. Ikut menertawakan diri sendiri ternyata tidak menyenangkan.
Berbisiklah sepuasnya dan sesuka hatimu. Biarkan mereka mendengar sayu langkah perjalanan dalam setiap ceritamu. Karena saat kau berteriak, mereka hanya akan berpaling dan tidak akan pernah mau mendekat untuk mendengarkan. Berbisiklah sepuas dan sesuka hatimu. Sampai kau menemukan ia yang mau mendengarkan kesedihan dalam gelak tawamu. Berbisiklah sepuas dan sesuka hatimu. Sampai bisikanmu terus berbisik walau mulutmu tidak pernah berucap kembali.
Wednesday, November 20, 2019
Subscribe to:
Posts (Atom)
Catatan Hari Ketiga? Sepertinya Catatan Ketiga
Selamat siang, Asmi. Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah membaik? atau masih sama seperti kemarin? Hai, senang ada yang bertanya. Sejujurnya...
-
Aku tahu ada hati yang kau jaga Dan ada hati yang berharap Sedangkan hatiku bukan apa apa Tapi bisakah aku berziarah waktu Untuk hatiku ...
-
Postingan lama. Kayaknya ini yang terakhir bantu mereka belajar tentang teater. Walaupun pesertanya gak menang, tapi ada kebangg...
-
Ribuan tangan menyentuhku Memberikanku selembar kertas putih Memberikan untaian doa suci Tangis, canda, tawa, marah Semua dilimp...