Kini, burung surga ini sudah mati
Terkapar dingin, tanpa nyawa
Hanya nama yang tersisa
Dan hanya jasad tanpa nyawa
Kawannya melihat
Bertanya, mengapa ia mati?
Angin pun menjawab...
Sudah takdirnya dia harus mati
Kawannya pun kembali bertanya
Kenapa?
Angin itupun kembali menjawab,
Ia hanya salah satu dari sebagian besar makhluk
yang mencari kenikmatan dan kebahagiaan di muka bumi ini. Tuhan mengizinkannya
hidup dengan syarat, bila ia sudah menemukan kenikmatan dan kebahagiaan itu,
pijakkan lagi peraduannya dan tinggalkan itu di tempatnya hilang.
Angin itu pun hilang perlahan
Kawan itu ditinggalnya sendiri
Ia menitikkan air mata tepat di samping jasad
tanpa nyawa itu
Kawan, kau mungkin sudah menceritakan kenikmatan
dan kebahagiaan itu pada-Nya. Kurasa, kau orang yang beruntung yang mampu
menemukan nikmat dan bahagia itu.
Semoga aku bisa menyusulmu...
No comments:
Post a Comment