(LAMPU PADAM) TERDENGAR SUARA TEMBAKAN DAN DIIRINGI SUARA-SUARA KAKI SIPIR PENJARA YANG BERLARIAN (LAMPU PERLAHAN MENYALA). TAMPAK TIGA ORANG PRIA MENGGUNAKAN PAKAIAN NARAPIDANA BERLARI KETAKUTAN . SATU ORANG BERLARI TERPINCANG-PINCANG AKIBAT TEMBAKAN DI KAKINYA DAN SISANYA MEMENARIK LENGAN TEMANNYA.
JOE : hah.. ini semua gara-gara
kau. Kalau kau tidak lamban dalam berlari, maka akibatnya tidak akan seperti
ini.
HARRY : selalu saja kau menyalahkan aku.
Kalau bukan aku yang mempunyai ide ini, maka kalian tidak akan keluar semudah
itu.
JOE : jadi? (MENATAP HARRY DENGAN
PANDANGAN SINIS) aku harus memujimu begitu?
WILLIE : sudah cukup! Apa kalian masih
belum menyadari kalau kita dalam kondisi terdesak seperti ini? Bisakah kalian
menghentikan pertengkaran kalian sampai kita menemukan tempat untuk berlindung?
(WAJAH WILLIE TAMPAK SERIUS)
JOE : baiklah…
JOE,
HARRY, DAN WILLIE MENEMUKAN RUMAH KECIL YANG DIATAS PINTUNYA BERTULISKAN
“TILLIE’S BAR” YANG BERARTI RUMAH TERSEBUT DIGUNAKAN JUGA SEBAGAI BAR. BAR
TERSEBUT PELANGGANNYA ADALAH PENDUDUK
YANG HAMPIR SEMUANYA BEKERJA SEBAGAI BURUH DAN TUKANG POTONG KAYU. TAMPAK
BEBERAPA DARI MEREKA MEMBAWA KAMPAK. JOE, HARRY, DAN WILLIE MASUK KE DALAM
RUMAH TERSEBUT SETELAH SEBELUMNYA MEMBALUT KAKI HARRY DENGAN KAIN DAN MENGGANTI
BAJU MEREKA DENGAN BAJU BIASA HASIL CURIAN.
HARRY : Sir, pesan bir 2 botol.
(MENGACUNGKAN 2 JARINYA)
JOE : sir, mengapa kau buka bar
kecil ini ditengah hutan? Bukankah keuntungan di sini tidak melimpah? Lebih
baik kau mencari pekerjaan lain yang sangat berguna. Tuhan melahirkan umatnya
di dunia ini itu untuk mencari kehidupan yang lebih dari apa yang kita inginkan
(LAGAKNYA SEPERTI PENDETA GEREJA YANG TELAH LANJUT USIA) Tuhan, tidak
mengajarkan dan tidak ingin melihat umatnya sengsara, paham? Nampaknya kau
harus banyak membuka Injil, Sir! (MENGELUARKAN SEBATANG ROKOK)
TILLIE : nampaknya kau dahulu yang harus
membenarkan dirimu telebih dahulu sebelum kau membenarkan aku. (TERSENYUM
DINGIN)
HARRY : Sir, kau punya anak gadis?
TILLIE : ya, aku punya. Ia masih sangat
cantik dan pintar. Sangat penurut. (MENAMPAKKAN SENYUM DINGIN YANG LAIN DARI
BIASANYA)
HARRY : wow, bisa kau kenalkan kepadaku?
Aku sangat suka gadiis yang penurut.
TILLIE : saat ini dia sedang bekerja.
Jadi, menurutku kau jangan dulu mengganggunya. (AMARAHNYA MULAI MUNCUL
JOE : okey, calm down.
WILLIE : Joe, kau lihat wanita berambut
pirang yang menggunakan baju pelayan yang di depan panggung itu? Kau lihat?
Betapa sangat cantiknya ia. (JOE TAK MENDENGARKAN UCAPAN WILLIE) lihat..
lihat.. ia melihat ke arahku. Kau tak melihat ia berpaling ke arahku? Joe? Joe?
Joe? (JOE SUDAH TIDAK ADA LAGI DI MEJA BARTENDER, IA SEKARANG BERPINDAH KE
TENGAH-TENGAH BAR MULAI BERGABUNG DENGAN PELANGGAN YANG LAINNYA. IA MENUANGKAN
MINUMAN BIR ITU KE MULUT PARA PELANGGAN DAN PELANGGAN BERSORAK SORAI)
JOE : baiklah tuan-tuan, kami
permisi dulu. Semoga hari kalian menyenangkan (MEMBERIKAN SALAM HORMAT)
FRED : hai, pelayan! (MUNCUL WANITA
SEPARUH BAYA TERGOPOH-GOPOH) kau ingin membiarkan pria-pria ini keluar begitu
saja? Gembok pintunya!! Cepat!! Hahahaha (WANITA TERSEBUT BERLARI KE ARAH PINTU
DAN MENGGEMBOKNYA) kalian kali ini akan bersenang-senang bersama kami. Hahaha
HARRY : kau tahu, sepertinya ada sesuatu
yang kita tidak tahu dari mereka. (BERBISIK KEPADA JOE DAN WILLIE)
WILLIE : kurasa begitu. Kau tahu cara
mereka memperlakukan kita bukan seperti pelanggan, melainkan seperti raja. Aku
merasa seperti itu. Apakah ini wajar?
JOE : sudahlah, kita nikmati saja
pesta ini dan jangan bertele-tele (JOE BERGABUNG DENGAN PARA PELANGGAN)
JOE,
HARRY, DAN WILLIE MENGHABISKAN MALAM INI DENGAN BERDANSA, MINUM, DAN BERPESTA.
MEREKA SEMUA SEPERTI ORANG GILA YANG TIDAK MEMIKIRKAN APAPUN. YANG MEREKA
PIKIRKAN HANYA KESENANGAN. SAMPAI AKHIRNYA, SAAT PAGI SUDAH MULAI TIBA, MEREKA
SUDAH BERADA DI KAMAR HOTEL DAN SUDAH NAMPAK SARAPAN BUBUR JAGUNG.
WILLIE : kau yakin mereka tidak
menyembunyikan sesuatu? (WILLIE MENGERENYITKAN KENINGNYA) aduuhh… kepalaku
masih pusing.
HARRY : entahlah, aku merasakan kalau
mereka sudah mengetahui kita. AUUCCHH!! (MENURUNKAN KAKINYA DARI TEMPAT TIDUR)
WILLIE : kenapa Harry? Kakimu masih sakit,
ya?
HARRY : ya, sepertinya aku tidak akan bisa
berjalan lama. Entahlah kalau para sipir itu datang. Apakah aku akan lari,
diam, atau malah membunuh mereka satu per satu bersama anjing-anjingnya.
WILLIE : ya aku percaya. Harry, kau lihat
pelayan wanita yang cantik? Kau lihat? Menurutku, dia adalah wanita paling
cantik. Kalau kau melihatnya, mungkin kau akan mengira itu malaikat. Melihatnya
aku seperti merasa di surge.
HARRY : Hei, sadarlah! Aku tak melihat
pelayan cantik di sana. Yang aku lihat hanya pelayan gendut dengan rambut yang
sudah beruban. Pelayan yang semalam menggembok kita di bar. (MENGGERUTU)
mau-maunya dia disuruh para pelanggan bodoh!
WILLIE : pasti kau tak akan percaya Harry.
Nanti aku tunjukkan kepadamu. Harry, lihat Joe! Sejak kapan terakhir kali dia
tertidur pulas seperti itu. Hahaha
HARRY : ya, tapi sayang dia belum
menyadari tingkah laku orang-orang di desa ini. Sepertinya keberadaan kita
sudah tercium. Posisi kita sudah diketahui. Lihat perilaku mereka kepada kita.
Seakan-akan menahan kita untuk pergi.
WILLIE : lalu?
HARRY : bangunkan Joe! (WILLIE
MEMBANGUNKAN JOE)
JOE : huaa! (MENGUAP) kalian ini mengganggu saja. Ada
apa?
HARRY : sepertinya kita harus pergi! Untuk
kali ini, kau ikuti saja perintahku dan dengarkan perintahku, ya? (HARRY KELUAR
KAMAR)
JOE : hah? (WAJAHNYA TERLIHAT
BINGUNG)
WILLIE : kali ini kau ikuti apa yang
dikatakannya saja Joe. (WILLIE MENGIKUTI HARRY KELUAR DARI KAMAR)
HARRY,
JOE, DAN WILLIE PERGI KE TEMPAT BAR YANG
TADI MALAM MEREKA KUNJUNGI.
JOE : untuk apa kita kesini? Kita
di undang berpesta lagi?
WILLIE : Joe, nampaknya kita dijebak.
Mereka sudah tahu siapa kita.
JOE : apa? (HARRY MENGETUK PINTU
BAR)
HARRY : permisi..
TILLIE : ya… oh, kau! Ayo masuk.
HARRY : baiklah, kami kesini mampir untuk
makan bubur jagung. Bubur jagung yang dihotel rasanya tidak sedap.
TILLIE : beruntung, aku sedang memasak
bubur jagung. Ya, bubur jagung merupakan makanan pokok kami. (KEMBALI KE DAPUR
DAN MULAI MENUANGKAN SOUP)
WILLIE : sepertinya aku kenal foto gadis
ini (MELIHAT FOTO YANG TERLETAK DI UJUNG MEJA BARTENDER)
TILLIE : oh, itu putriku. Ia bekerja di
barku sebagai pelayan. Akhir-akhir ini dia jarang keluar, sepertinya sedang
tidak enak badan.
JOE : (BERBISIK) nampaknya aku
sudah tak tahan dengan ini. Kita harus tanyakan, Will. Mereka semua penipu (JOE
MEREMAS TANGANNYA)
WILLIE : sabar Joe.
HARRY : kau sudah tahu siapa kami kan? Kau
sudah tahu siapa kami sebenarnya? (HARRY MEMULAI SEMUANYA DAN MEMBUAT SEMUA
YANG BERADA DI TEMPAT ITU TERSONTAK KAGET)
TILLIE : apa maksud kalian?
HARRY : kau tidak usah bohong. Kau tahu
kalau kami adalah pembunuh kan? Yang baru saja lepas dari penjara. Dan kini kau
menyangkal kalau kau tidak tahu kami? Kami tahu karena kami merasa anaeh dengan
sikap kalian yang memperlakukan kami seperti raja agar kami tertahan di tempat
ini. Iya kan?
WILLIE : Harry tahan emosimu!
TILLIE : kau jangan ngaco
WILLIE : Harry, kita hanya mengecek kalau
semua ini itu benar atau tidak! Harry!! (HARRY MENGAMBIL TONGKAT TUMPUL DAN
MEMUKUL KEPALA TILLIE DENGAN TONGKAT> KEMUDIAN MENANCAPKAN UJUNG TONGKAT ITU
KE DAHINYA) Harry!! Kau gegabah!!
JOE : ayo kita pergi. Will.
WILLIE : Harry, kau biadab! (BEL BERBUNYI)
biar aku yang membukanya (WILLIE BERUSAHA TENANG KEMBALI). Ya, dengan rumah
Tillie, ada apa?
PAK POS : ada paket (PAK POS MENGELUARKAN SURAT
YANG HARUS DITANDA TANGANI)
WILLIE : wah, kebetulan saya hanya kerabat
yang sedang berkunjung. Mungkin lain kali saja ya.
PAK POS : tidak bisa ini harus segera diambil
sekarang. (NADANYA BERUBAH MENJADI TINGGI)
HARRY : ia sedang di kamar mandi.
WILLIE : dia sedang tidak ada di rumah.
HARRY : dia sedang berada di kamar mandi
(MENARIK PAK POS TERSEBUT MASUK DAN MULAI MEMBUNUHNYA SAMA PERSIS SEPERTI
PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN KEPADA TILLIE)
WILLIE : HARRY!!! (KELUAR LAURA, ANAK
TILLIE YANG MENJADI PELAYAN)
JOE : jadi dia??
WILLIE : kau??
HARRY : kau lihat ayahmu sekarang! Hahaha
WILLIE : (MENGELUARKAN PISTOL DI BALIK
BAJUNYA DAN MULAI MENEMBAK KEPALA HARRY) mati kau!
JOE : Will, apa-apaan kau ini!
Bagaimana kita bilang kepada polisi? Aku tidak mau ditahan polisi 2 kali, will.
WILLIE : gampang saja, kita bilang kalau
Harry membunuh orang-orang disini dengan cara membabi buta. Daripada dia makin
banyak membunuh orang, kita bunuh saja dia. Selesai (NAFASNYA TERENGAH-ENGAH
KARENA PANIK). Joe, kau membantuku kan?
JOE : aku hanya ingin bertahan
hidup (SENYUMNYA KECUT)
WILLIE : baiklah terserah apa tujuanmu.
LAURA : aku ikut kalian!
WILLIE : apa?
LAURA : ya, aku ikut kalian. Aku akan
berterima kasih kepada kalian karena telah membunuh ayahku. Ayahku telah
membunuh ibuku. Aku tak tahu bagaimana cara membalas kematian ibuku. Aku hanya
mengikuti seluruh perintah ayah dan aku hany berdoa kepada Tuhan. Semoga Tuhan
mengizinkan aku membalas kejahatan ayahky.
JOE : sudahlah, kau tahu, kami
juga pembunuh. Tapi, kami memutuskan semua hal itu.
WILLIE : sekarang kau mau kemana, Laura?
LAURA : aku siap dipinang kau. (WILLIE
TERSENYUM BAHAGIA)
FADE
OUT
5 July 2012
Cerpen : the two strenger
: TAMIM ANSARY
Dibuat saat sedang proses.
No comments:
Post a Comment