SETTING, SORE HARI DI SEBUAH RUANGAN TEMPAT PERTEMUAN, YANG MENJADI BASECAMP DARI KEGIATAN PARA AKTIVIS.
HENDRA
Sepertinya, rencana
kita akan gagal.
DINI
Gagal, apa maksudmu?
HENDRA
Kita tidak mungkin
berhasil lagi dengan semua rencana pergerakan ini. Sudah saatnya kita
mengakhiri semuanya, kita harus segera menyingkir, karena keadaan sudah semakin
kritis. Sudah saatnya, kita harus
tinggalkan tempat ini dan mulai dengan kehidupan baru.
DINI
Kita?
HENDRA
Ya, kita! Kau dan aku.
DINI
Ah, pergilah kau
sendiri dengan rencanamu itu. Aku akan tetap di sini bersama yang lain. Kalau
kau takut, pergilah! Pergerakan ini tak butuh pengecut seperti mu.
HENDRA
Apalagi yang harus
diperjuangkan dari pergerakan ini? Kita sudah berada dalam posisi kritisdan hanya
bisa terus menunggu, sementara pergerakan ini hanya bisa melawan dengan dengan
demo dan orasi.Sedangkan musuh berkeliaran dengan moncong senjatanya,ini
sungguh tidaklah adil.
DINI
Tapi memang itukan
tujuan pergerakan ini? Melawan setiap
ketidakadilan yang begitu lama merajalela. Ketidakadilan dari rezim yang terus
bercokol di negeri ini. Kalau kau sudah merasa lelah, pergilah dan tak perlu pula mengajakku.
HENDRA
Tapi kau mencintaiku.
DINI
Apa?
HENDRA
Aku mencintaimu.
DINI
Aku
mencintaimu?
HENDRA
Iya.. ak..
NAMUN TIBA-TIBA MASUK RETNO DENGAN TERESA-GESA.
Retno
(TERENGAH-ENGAH) Mana
Anisa?
HENDRA
Hei, tak bisakah kau masuk dengan permisi.
Retno
Ini bukan saatnya
untuk basa-basi. Kami berempat dikejar para pria bersenjata.
DINI
Hah? Siapa, aparat?
RETNO
Entahlah, tapi yang
jelas mereka mengenal kita. Kami berempat berusaha lari saat mereka menghadang.
Aku sempat bersembunyi saat kami terpisah, tadinya ku kira Nisa dan yang lain
sudah ada sampai di sini.
HENDRA
Sebaiknya kita memang harus segera pergi dari tempat ini. Keadaan sudah
tak lagi kondusif.
DINI
Lalu keadaan seperti apa yang kondusif menurutmu itu? Hanya duduk
santai dan ongkang-ongkang kaki, ini pergerakan Bung, bukan sedang vakansi.
MASUK YUDI DAN ANISA
YANG TERLUKA AKIBAT TEMBAKAN, DIBANTU FARIDA.
YUDI
Din.. Dra..
cepat tolong kami!
Retno
Astaga, kenapa Annisa?
YUDI
Dia tertembak.
HENDRA
Haris Mana?
YUDI
(MENGHAMPIRI
MEJA MAKAN DAN MEMINUM AIR MINERAL YANG BERADA DALAM KARDUS)Jadi dia belum sampai? Sepertinya dia sudah tertangkap (PANIK) Saat bertemu dengan mereka,
kita berempat terpisah, aku tidak tahu bagaimana persisnya dan kurasa, mereka tahu
kita sudah mendapatkan bukti-buktinya.(TERDENGAR ANNISA MERINTIH KESAKITAN)
ANNISA
Aduh... ! (RETNO MEMBERSIHKAN DARAH YANG
MENGUCUR DI KAKI ANNISA DIBANTU FARIDA)
RETNO
bertahanlah, Nis. Bagaimana ini?
Bawa ke rumah sakit. Sudah tidak ada waktu
lagi. Bisa semakin parah nantinya.
HENDRA
Itu tidak mungkin. Rumah Sakit pasti
mendapatkan penjagaan ketat. Bunuh diri namanya!
RETNO
Kalau begitu, bawa saja ke rumahnya.
FARIDA
Tapi kamu
perlu perawatan
DINI
Maaf, Siapa
anda?
FARIDA
Oh,maaf saya
belum memperkenalkan diri. Saya farida. Wartawan. Saya yang akan membantu
kalian dalam mempublikasiakan bukti-bukti itu. Saya sudah menunggu annisa dan
kawan-kawan dari tadi. Tapi karena mereka tak kunjung datang, akhirnya saya
berinisiatif untuk datang. Tapi saat saya bertemu, saya melihat annisa
tertembak lalu saya membantunya
DINI
Oh, baiklah.
Yud, Bawa Annisa ke rumahmu. Bertahan di sini pun percuma.
Tidak ada yang bisa mengobatinya.
YUDI
Bagaimana
Nis?
ANNISA
Ya,
terserahlah
YUDI
Baiklah. Ini berkas-berkas yang tadi
aku bawa (MENYIMPANNYA DI ATAS MEJA). Kami akan kembali kalau keadaan sudah
kondusif
(MEMBOPONG ANNISA. KELUAR)
HENDRA
Kau lihat sendiri? (MENATAP DINI) apakah kau
akan masih bertahan dalam kondisi yang sudah tak terkendali seperti ini? Kau
akan mati kalau kau masih tetap dengan prinsip kau itu.
RETNO
Kau
jangan menganggap enteng. Kita semua, para aktivis, semuanya ketakutan dalam
kondisi kacau seperti ini
DINI
Cukup! Beraninya kau bilang seperti itu setelah
apa yang kau jejali kepada kawan-kawan kau yang diluar sana tentang politik,
hukum, dan sebagainya. Kau itu sama saja dengan pengecut!Kau sama saja sudah
menipu masyarakat
HENDRA
Beraninya kau! aku tidak menipu mereka. Mereka
sendiri yang bergerak! Jangan seenaknya saja bicara seperti itu(MEREMAS
TANGANNYA)
DINI
Kenapa? Tidak suka? Mau marah? Silahkan. Aku
tidak takut berhadapan dengan pengecut sepertimu.
RETNO
Jaga omonganmu, Din!
DINI
Kau membela dia? Berarti kau sama saja seperti
dia!
HENDRA
Din, dengar! Aku hanya berusaha untuk
menempatkan diri pada posisi yang seharusnya. Tidak mungkin kita tetap bertahan
pada kondisi yang sangat berbahaya. Aku sudah capek.
DINI
Ah.. !Sekali pengecut tetaplah pengecut. Tidak
usah kau pungkiri lagi.
HENDRA
Kurang ajar kau! Beraninya kau menganggapku pengecut! Aku sudah
berjasa dalam pergerakan ini. banyak hal yang sudah kubuang demi mementingkan
pergerakan yang bisanya hanya demo dan orasi. Aku jengah! Aaku sudah tidak
tahan! Aku muak! Aku keluar dari pergerakan ini. Ayo Retno, Kita tinggalkan
tempat tak berharga ini. (HENDRA KELUAR. RETNO MENGIKUTI
DI BELAKANG HENDRA)
DINI
Pergilah kalian jauh-jauh. Aku akan tetap
disini.Perjuangan ini tidak membutuhkan orang-orang pengecut. Aku tidak takut
pada apapun. Aku tidak takut pada
siapapun. Meski beribu-ribu moncong senapan mengarah
padaku. Aku
tak takut kehilangan apapun. Walaupun nyawaku taruhannya (MELEMAS)
Pergi! Pergi!
FARIDA
Ayolah!
Perjuangan kita belum berakhir sampai kini. Kau jangan menyerah begitu!
DINI
Aku sudah
tidak punya apa-apa lagi. Semua telah meninggalkanku
FARIDA
Masih
banyak kawan-kawan di luar sana yang membutuhkan orang-orang seperti kita.
(MENGAMBIL BERKAS-BERKAS BUKTI)Kita sebarluaskan bukti-bukti ini kepada seluruh
masyarakat. Aku akan tetap bertahan, walaupun kondisinya sudah tidak terkontrol
seperti ini. Kau mau ikut?
DINI
Aku ingin
membantuku?
FARIDA
Iya
DINI
Baiklah,
kalau kau memang ingin membantuku. Ini bukti-buktinya, semua yang dibutuhkan
ada di sini.
FARIDA
Kalau
begitu, lekaslah kita pergi menyebarluaskan bukti-bukti ini. sebelum para
aparat menangkap kita.
DINI
Kau
saja duluan. Aku akan menyusul. Aku ingin sendiri dulu.
FARIDA
Baiklah
kalau begitu, sebaiknya kau berhati-hati. aku
duluan. (PERGI)
FAde Out:
The End
No comments:
Post a Comment