Thursday, February 25, 2021

BALADA SUARA HATI

 

Dunia ini terlalu berisik untuk mencari ketenangan

Dunia ini terlalu menakutkan untuk mencari kedamaian

Dunia ini terlalu fana untuk berharap adanya realitas

Dunia ini terlalu sombong untuk sebuah keluruhan

 

Dunia ini berisik...

Berisik oleh orang – orang yang terlalu banyak mulut

Membual hal yang begitu kosong

Berteriak – teriak tanpa jiwa

 

Telinga ini pun sudah melampaui kapasitasnya untuk mendengar

Daun telinga ini pun semakin memerah

Tak bisa menghindari bualan

Kalau mulut berteriak, tandanya aku ikut membual

 

Dunia ini terlalu menakutkan...

Iblis pun tak sudi untuk mengedipkan matanya di Dunia

Kurasa Iblis hanya akan tertawa

Melihat betapa bodohnya penghuni Dunia

 

Mengapa banyak sekali menyerukan perdamaian

Tapi banyak pula perlakuan mereka yang tak damai

Kurasa mereka luput satu hal

Berdamai dengan diri mereka sendiri

 

Dunia ini terlalu fana...

Begitu banyak janji

Begitu banyak kebusukan

Begitu banyak topeng pertunjukan yang disajikan

 

Ini bukan panggung, Bung

Janji yang kau ucapkan juga bukan naskah drama

Dunia ini pun sudah semakin tua untuk kau jadikan setting

Terlalu rapuh dan kolot

 

Dunia ini terlalu sombong...

Bukan! Bukan dunia!

Kau yang sombong

Kau yang tak bisa luruh

 

Kau terlalu serakah

Menginginkan semuanya dengan menyakiti sekitar

Kau terlalu naif

Karena tak mau mengakui salahmu

 

Pantas saja kalau langit terus menangis

Pantas saja kalau bumi terus menggigil

Pantas saja kalau mentari terus membelai dengan cahayanya

Pantas saja kalau rembulan juga terlihat pucat

 

Jangan kau terus menerus menggonggong

Cukup kau maafkan dirimu

Cukup kau berdamai dengan dirimu

Maka kau akan berdamai dengan yang lainnya


23 Maret 2017

No comments:

Post a Comment

Catatan Hari Ketiga? Sepertinya Catatan Ketiga

 Selamat siang, Asmi.  Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah membaik? atau masih sama seperti kemarin? Hai, senang ada yang bertanya. Sejujurnya...