Bagi sebagian orang, bukan hal aneh untuk menyukai seseorang. Sebelumnya aku berpikir bahwa menyukai seseorang ada sebuah karunia yang indah yang diberikan Tuhan. Tapi itu semua berubah dua bulan belakangan ini. Aku menyukai seseorang. Tidak dipungkiri beberapa tahun ke belakang aku juga menyukai beberapa orang. Tapi hanya sebatas kesenangan pribadi saja. Toh mereka tahu pun tidak ada gunanya. Malahan mereka akan merasa jijik dan risih. Begitu pun sekarang.
Berbeda dengan kasus ini. Aku menyukai dan dia seperti memberikan umpan balik. Hingga akhirnya perasaan ini akan kukubur dalam dalam karena sudah tidak layak. Benar apa yang kupikirkan. Tidak ada laki laki yang mau dengan seorang Oetari. Umpan balik yang dia berikan, hanya sekedar main main. Aku hanya sebagai cemoohan.
Semua kata kata terburuk sudah dibayangkan.
Kamu gak ngaca? Kamu gendut, hitam, bodoh, kaya pun nggak, nggak punya apa apa, jeleknya keterlaluan. Mau dapetin laki laki? Mohon ngaca dulu.
Bahkan kalaupun jadi, orang lain akan berpandangan
Mau maunya ya dia sama cewek itu.
Tidak hanya orang yang tidak aku kenal yang mencemooh. Bahkan yang kenal pun mencemoohku. Semua lebih baik dipendam saja.
Berbisiklah sepuasnya dan sesuka hatimu. Biarkan mereka mendengar sayu langkah perjalanan dalam setiap ceritamu. Karena saat kau berteriak, mereka hanya akan berpaling dan tidak akan pernah mau mendekat untuk mendengarkan. Berbisiklah sepuas dan sesuka hatimu. Sampai kau menemukan ia yang mau mendengarkan kesedihan dalam gelak tawamu. Berbisiklah sepuas dan sesuka hatimu. Sampai bisikanmu terus berbisik walau mulutmu tidak pernah berucap kembali.
Thursday, February 25, 2021
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Catatan Hari Ketiga? Sepertinya Catatan Ketiga
Selamat siang, Asmi. Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah membaik? atau masih sama seperti kemarin? Hai, senang ada yang bertanya. Sejujurnya...
-
Aku tahu ada hati yang kau jaga Dan ada hati yang berharap Sedangkan hatiku bukan apa apa Tapi bisakah aku berziarah waktu Untuk hatiku ...
-
Postingan lama. Kayaknya ini yang terakhir bantu mereka belajar tentang teater. Walaupun pesertanya gak menang, tapi ada kebangg...
-
Ribuan tangan menyentuhku Memberikanku selembar kertas putih Memberikan untaian doa suci Tangis, canda, tawa, marah Semua dilimp...
No comments:
Post a Comment