Tanpa mengaharapkan dia datang lalu menerima hatiku
Tanpa mengharapkan dia akan mengasihaniku
Tanpa mengharapkan dia ada padaku
Hanya…
Aku hanya senang dan sangat berterima kasih padanya
Saat dia tersenyum kepadaku
Itu cukup..
Sangat cukup..
Melebihi dari cukup untuk ukuranku..
Tapi, kini semua akan hilang begitu saja
Dia tidak akan ada lagi dihadapanku
Tersenyum kepadaku
Lagi…
Semuanya akan menjauh
Tak akan ada lagi kata “heh Oetari”
Tak akan ada lagi yang datang menghampiriku
Tak akan ada lagi curhatan kecil darinya
Tak akan ada lagi gurauan kecil darinya
Tak akan ada lagi mimik wajahnya yang membuatku tahu
isi hatinya
Tak akan ada lagi…
Tak akan ada lagi…
Kecuali, Allah memberikan kepadaku untuk bertemu
dengannya lagi
Memberiku jalan untuk mengungkapkan seluruhnya
Atau Allah memberikan dia untukku sebagai hadiah…
Sungguh aku tidak menyesal sedikit pun mencintaimu
Aku tidak mengharapkan apapun
Aku tak memiliki modus sedikitpun
Bahkan aku sendiri tak tahu apa yang harus kucintai
darimu
Apa yang membuatku mencintaimu
Demi Allah aku tidak tahu
Aku tulus, ridha, lillahita’ala
Awalnya aku menganggap ini hanya kisah kasih remaja
Namun, lama kelamaan aku paham
Ini bukanlah kasih remaja
Aku tulus dan ridha
Detik, menit, jam, hari, bahkan tahun
Satu factor yang membuatku semangat
Ya, itu kamu ILHAM
Tapi, kamu tidak menyadari itu
Atau bahkan kamu sudah menyadari
Jujur..
Melihatmu perhatian dan dekat dengan wanita lain
Itu membuatku tak mampu bernafas panjang
Tak mampu membuatku menjadi diriku kembali
Aku hanya berangan-angan
Seandainya aku yang berada di posisi itu…
Mungkin aku akan menjagamu agar kau tak tersakiti
Aku akan tetap menggenggam tanganmu
Tapi itu semua hanya mimpi yang bisa membuat diri ini
gila sejadi-jadinya
ILHAM …
ILHAM …
ILHAM …
ILHAM …
ILHAM …
ILHAM …
ILHAM.
Terima kasih membuat kehidupan remajaku begitu
berwarna
Terima kasih kau ada di sini memberiku semangat
Terima kasih
Terima kasih
Kalau kita bertemu lagi, akan kuutarakan perasaan ini
kepadamu..
Sepenuhnya.
21 Juni 2013
0:55
Zaman bucin waktu SMA hahahaha. Sudah saatnya tertawakan cinta dalam sejarah remaja dan harusnya puisi ini sudah waktunya dikoreksi. Sudah 11 tahun mencintai ILHAM dan 4 tahun ini berhasil menghapus ILHAM dari kebucinan Asma Oetari.
No comments:
Post a Comment