Wednesday, November 20, 2019

Awal...

Bangkit setelah terjatuh itu tidak mudah. Saat beranjak, hanya dua hal yang bisa dirasakan. Menahan sakit dan menahan malu. Memilih tertawa atau menangis.

Layaknya orang bodoh, dua puluh empat tahun ini aku memilih untuk tertawa saat terjatuh. Walaupun luka sudah menganga, tapi menyatakan "aku baik - baik saja, Jangan khawatir!" dalam bentuk tawa adalah pilihan yang tepat. Semakin sering tertawa, semakin tertutupi air mata. Melihat mereka yang awalnya khawatir saat aku terjatuh berubah menjadi tertawa, membuat hatiku tenang. Mereka sudah runyam dengan segala masalah yang mereka hadapi. Tak perlu aku menambah beban mereka.

Awalnya aku pikir seperti itu.
Bahwa semua akan baik-baik saja.

Dan ternyata semua menjadi tidak baik-baik saja. Kepedihan menjadi sebuah candaan kurasa bukan hal yang tepat. Kekurangan menjadi alasan untuk bahan tertawaan.

Ya...
Kekuranganku menjadi bahan olokan.

Aku ikut tertawa. Walau itu bukanlah sesuatu yang lucu. Ikut menertawakan diri sendiri ternyata tidak menyenangkan.

No comments:

Post a Comment

Catatan Hari Ketiga? Sepertinya Catatan Ketiga

 Selamat siang, Asmi.  Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah membaik? atau masih sama seperti kemarin? Hai, senang ada yang bertanya. Sejujurnya...